Tarian Mandau Kalimantan Tengah

Tarian Mandau Kalimantan Tengah
Tarian Mandau Kalimantan Tengah

Minggu, 22 Januari 2012

Siap Bertarung di Kompetisi Nasional


Persekat Katingan (7) v Silva Fc (1)
PALANGKA RAYA–Sebagai persiapan mengarungi Kompetisi Nasional PSSI 2012,  dua tim asal Kalimantan Tengah, yakni Persekat Katingan ke Divisi Dua Nasional serta Silva Fc (Palangka Raya) yang telah mempromosikan diri tampil ke Divisi Tiga Nasional telah siap bersaing. Sebelum berlaga dikompetisi yang sesungguhnya kedua tim melakukan try out kemarin (22/1) di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya.
Persekat Katingan yang diperkuat oleh beberapa pemain sepakbola  PraPON  Kalteng 2011 macam Fadly, Billa, Teddy serta satu diantaranya pemain dari PS Sleman Hermawan telah menunjukan kemampuannya. Terbukti saat uji coba melawan Silva Fc yang merupakan juara Divisi Utama PSSI kota 2011 lalu itu berhasil dikalahkan dengan skor telak 7-1.
Ketua Harian Persekat Katingan Rinten Supereho mengaku sudah cukup puas dengan hasil yang ditunjukan oleh pemain. “Kami cukup puas melihat penampilan dari anak-anak dan ini merupakan hasil dari latihan, kalau melihat dari permaian 80 sampai 90 persen sudah bisa diterapkan,”kata Rinten Supereho disela-sela try out kemarin (22/1).
Ditambahkan Rinten, bahwa untuk pemain yang sudah melakukan kontrak tetap sudah ada 20 orang pemain, namun dalam waktu dekat Persekat Katingan masih melakukan penambahan beberapa pemain lagi.
“Rencananya nanti kita mencari dua orang pemain lagi untuk mengisi tim ini, kemudian sebagai nanti ada juga beberapa pemain ikut dimagangkan,”ucap Rinten sembari mengatakan bahwa untuk uji coba berikutnya jika tidak terbentur dengan jadwal kompetisi dua, akan melakukan uji coba lagi dengan kumpulan pemain sepak bola senior yang ada di Palangka Raya.   
Sementara pelatih Silva Fc Aris mengakatan bahwa untuk pemain Silva Fc masih belum melaukan seleksi pemain, karena untuk saat ini pemain yang memperkuat Silva Fc saat uji coba melawan Persekat katingan kemarin masih dihuni oleh beberapa pemain senior.
“Nanti awal februari kita akan melakukan seleksi pemain, rencananya kita akan memakai pemain-pemain lokal semua. Karena kita ingin mencoba kemampuan pemain lokal dulu. Jangan sampai nanti kita merekrut pemain dari jauh makanya,  untuk pemain lokal ini kita bina,”kata Pelatih yang kerap disapa Daeng itu.  
“Tapi kalau mereka nantinya tidak mau dibina maka baru kita mengambil pemain dari luar, untuk skuad Silva sendiri akan mencari 25 pemain berlaga di Divisi tiga nasional,” ujar Pelatih berlisensi D tersebut.   
Untuk putaran pertama Divisi Tiga Nasional sendiri, Aris mengatakan masih belum tahun persis kapan akan dimulai, yang pastinya menurut informasi putaran pertama liga Divisi Tiga tika akan menggunakan sistem rayon lagi
“Ya jelas, katanya nanti putaran pertama tidak menggunakan sistem rayon seperti dulu lagi. Jadi tidak nanti bisa bertanding antar provinsi,”ucapnya. (ala)

Tiga Tim Kalteng, Satu Kalbar


PALANGKA RAYA-Tiga tim asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah mempromosikan diri berlaga di Kompetisi Divisi Dua Nasional PSSI 2012, yakni tim Persekat Katingan, PU Putra Palangka Raya, dan Persekab Kapuas  akan bersaing bersama dengan satu tim asal Kalimantan Barat (Kalbar) digrup 14.
Ketua Harian Persekat Katingan Rinten Superhero menyatakan bahwa PSSI pusat telah memberikan informasi mengenai pembagian grup dan jadwal pertandingan. “Menurut rencana kompetisi Divisi II Nasional akan digelar 21, 22, dan 23 Januari mendatang, sedangkan saat pembagian grupnya tim kita (Persekat Katingan red) tergabung di grup 14,”  kata Rinten saat dibincagi Kalteng Pos, Minggu (15/1) kemarin.
Ditambahkan Rinten,  digrup 14 Persekat Katingan bersaing dengan dua tim yang berasal dari Bumi Tambun Bungai (Kalteng) lainnya, yakni PU Putra Palangka Raya dan Persekab Kapuas. “Ya pelaksanaan putaran pertama Kompetisi Divisi II akan digelar serempak, dan tiag tim dari Kalteng tergabung dalam satu gru. Hal tersebut memang dilakukan sesuai dengan wilayahnya, ”kata pelatih yang berlisensi C nasional itu.
“ Untuk tim Persekat Katingan sendiri sudah siap bertanding , karena kami sudah lama melakukan  proses seleksi. Jadi intinya para pemain sudah siap bertanding,” ujarnya.
Kemudian mengenai lawan terberat Rinten mengungkapkan bahwa, kekuatan tim yang tergabung digrup 14 merata. “Kalau kekuatan semaunya merata, karena sebelumnya  kita sudah pernah ketemu didivisi tiga dulu, hanya saja kebetulan waktu itu lawan Kapuas kami (Persekat Katingan) unggul 1-0,  sedangkan saat bertemu PU Putra kita juga menang 2-1. Sama halnya dengan tim dari Kalbar Kubu Raya kami juga menuai kemenangan waktu itu 2-1 juga,”ucap Rinten.
Sedangkan rencana berikutnya Persekat Katingan akan melakoni try out sebelum bertanding di laga sesungguhnya. “Nanti kalau Persepar ada waktu, kami berencana melakukan uci coba melawan mereka (Persepar Kalteng red), kemudian berikutnya akan melawan juara pertama Divisi Utama tahun lalu, Silva Fc,”katanya.  
Sementara tim Persekat Katingan masih diarsiteki oleh Agus Herman yang sudah berlisensi B Nasional. Untuk kandangnya sendiri Ketua Harian Persekat Katingan menyatakan masih di Tuah Pahoe, karena stadion di Katingan masih belum ada Pagar. (ala)

Sabtu, 21 Januari 2012

Gol Cantik, Buat Kepergian Sang Kakak

Dua gol yang dilesahkan oleh pemain Persepar Kalteng bernomor punggung 32 Robertho Saydeek Kwateh, dimenit ke 18 dan 36 saat laga melawan PPSM Kartika Nusantara Magelang Sabtu (21/1) kemarin,  merupakan gol yang sangat berharga bagi pria asal Liberia ini. Pasalnya gol tersebut merupakan persembahan untuk kepergian sang kakaknya yang meninggal dunia diusia 32 tahun setelah terkena serangan jantung.
Meskipun sedang diselimuti duka karena tidak bisa ikut mengantarkan kepulangan sang kakak ketempat peristirahatan terakhirnya, tidak membuat pemain yang berposisi sebagai tukang gedor jala gawang lawan ini patah semangat. Pada Kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Kwateh memberikan hadiah terakhir untuk sang kakak melalui sebuah gol yang sangat pektakuler di Stadion Tuah pahoe Palangka Raya Kalimantan Tengah.
“Gol ini untuk kakak aku yang baru meninggal karena penyakit jantung. So (jadi red) ini adalah hadiah buat dia (kakak Kwateh red). Karena hari ini (kemarin red) dikubur di Liberia,” kata Kwateh saat dibincagi Kalteng Pos, usai laga melawan PPSM Magelang kemarin.
“Kakak aku meninggal diusia yang ke 32 tahun, dan meinggal dunia dua minggu yang lalu. Selain untuk kakak ku gol ini juga buat masyarakat Kalimantan Tengah,” ucap pria berpostur 176 cm itu.
Dua gol yang disarangkan kegawang PPSM Magelang merupakan gol ketiga Kwateh di putaran pertama Kompetisi Divisi Utama LPI 2011/2012.
Kemudian sebelum bergabung bersama Persepar Kalteng pria kelahiran Liberia 11 Agustus 1984 itu juga pernah merasakan bermain bersama tim-tim terbaik di Indonesia.
Adapun sederet tim yang sudah pernah dibela oleh Kwateh adalah PSIS Semarang pada 2004. Setelah itu Kwateh juga mengaku sempat bermain membela tim asal Bumi Cendrawasih (julukan Papua) yakni Persiwa Wamena pada 2006-2008 lalu.
Sementara saat pertandingan melawan PPSM Magelang, Kwateh mengakatan bahwa, pemain   Persepar Kalteng bersemangat. Walaupun  yang menjadi lawan merupakan tim bagus dan berpengelaman. (ala)

Naik Dua Peringkat


Persepar  Kalteng (4) v PPSM Magelang  (0)
PALANGKA RAYA–Dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), tim Persepar Kalteng kembali meraih poin sempurna. Hasil tersebut didapatkan setelah menang telak 4-0 (4-0) atas PPSM Kartika Nusantara Magelang, Sabtu (21/1) sore di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya.  
Berdasarkan kemenangan tersebut langsung mendongkrak posisi Laskar Isen Mulang (julukan Persepar Kalteng) naik keperingkat dua klasemen sementara grup dua, dengan poin tujuh dari dua kali menang sekali  seri dan satu kali kalah.
Sejak babak pertama Persepar Kalteng mampu menguasai 45 menit jalanya pertandingan,alhasil memasuki menit ke 17 Dimas Pongky Yuniarno membawa Persepar unggul 1-0. Kemudian berselang satu menit straiker asal Liberia Roberto S Kwateh menambah keunggalan Persepar menjadi 2-0.
Tertinggal 2-0 membuat pelatih PPSM Magelang Danurwindo mengantikan pemain bertahannya Hendri Aprianto dengan mencoba memasukan pemain bertahan lainnya Fahmydio. Namun strategi yang diterapkan pelatih masih belum membuahkan hasil. Dan membuat PPSM Magelang makin tertinggal jauh, setelah Robertho S Kwateh lagi-lagi mencetak gol keduannya dimenit ke 36, sehingga  skor berubah menjadi 3-0.
Pesta gol Persepar Kalteng tidak sampai disitu, Ahmad Faisal yang menjadi penentu kemenangan dilaga kandang pertama melawan PSCS Cilacap beberapa waktu lalu, kembali menambah pundi-pundi gol Persepar setelah mencetak gol dimenit ke 41, dan menjadi gol penutup kemenangan Persepar Kalteng dilaga ini.
Sedangkan di babak kedua, serangan Persepar Kalteng  makin kendor dan sedikit tertekan menghadapi perlawanan dari PPSM Magelang.  Namun sampai pluit panjang dibunyikan Persepar Kalteng mampu mempertahankan keunggulan 4-0.
Pelatih PPSM Magelang mengaku permainan dari anak asuhnya menurun setelah gol cepat dari Persepar Kalteng. “Memang gol cepat tadi membuat anak-anak menjadi down kelihatannya, namun saya mengakui hal tersebut tidak lepas dari pengelaman dari pemain PPSM Magelang sendiri yang masih belum banyak mengikuti kompetisi besar,”ungkap Danurwindo saat jumpa pers usai laga kemarin.
Sementara Pelatih Persepar Kalteng Agus Setiyono mengaku cukup puas dengan hasil itu, karena sudah mencapai target. “Ya saya memang punya target untuk meraih poin dan untuk permain sudah cukup bagus, namun memasuki babak kedua pemain terlihat kurang agresif, hal tersebut mungkin karena mereka kecapean,”kata Agus Setyono kemarin. (ala)

Nama Pemain
Persepar Kalteng
Lendi Kewas (37), Oyedopo Oyebode Gerge (4), Imam Sahid Albana (5), Rudi Uno (29), Ade Kombo (24), Widianto Ahmad (8), Ibi Kingley Collin (33), Hendra Panambunan (22), Dimas Pongky Yuniarno (16), Ahmad Faizal (27), Roberto Saydeek Wateh (32).
Cadangan : Efendi Dwi Cahyo (42), James Kumolontang (23), Bayu Sunarto (6), Jourijaza Mose (19), Rohmad Dwi Adi (11), Taufik Permadi (20), Arnoldy Polii (15).
Pelatih : Agus Setyono  
PPSM Magelang
Dhika Bayangkara (1), Rene Martines (17), Ricardo Ibe (29), Hendri Aprilianto (4), Aditya (25), Jaya Hartono (23), Lifqi Suteja (19), Cesar Mboma (3), Yoga Sopyan Owagay (12), Tinton Suhartono (24), Kurniawan D Yulianto (10).
Cadangan : Riqi Nugraha (30), Fahmydio (13), Luki Nurhakim (2), Rengga Tirta Mahesa (22), Fajar Fitri Adinata (9), Agus Suprianto (20), Bangun Permana (6).
Pelatih : Danurwindo.

Jumat, 20 Januari 2012

SMAN 4 Sabet Juara Dua Gelar Senja


PALANGKA RAYA–Dalam atraksi dan gelar senja yang digelar di Pemerintah Kota  Palangka Raya, telah menemukan para juaranya. Dalam pagelaran tersebut SMAN 4 Palangka Raya keluar sebagai juara kedua setelah menampilkan tujuh atraksi yang menjadi andalan ekskul sekolahnya.
Adapun tujuh atraksi yang ditampilkan oleh siswa-siswi dari SMAN 4 adalah tari Daerah, Tari Modern (Dance), Cheer Leaders, Pramuka, PMR, Model, dan Drum Band. Dari ketujuh kategori yang ditampilkan dalam atraksi dan gelar senja itu hanya diberi waktu selama 30 menit.
Pembina Osis dan Koordinator Lapangan Raikh SPd menyatakan bahwa, atraksi dan gelar senja merupakan kegiatan penurunan bendera di Pemerintahan Kota Palangka Raya. “Kegiatan atraksi dan gelar senja merupakan program dari Dinas Pendidikan kota dan pemerintahan kota Palangka Raya, jadi setiap kegiatan diikuti oleh tiga sekolah yang mengisi acara pada penurunan bendera,” kata Raikh kepada Kalteng Pos, kemarin (21/1).
“Sedangkan untuk persiapan sebelum tampil memang  sudah matang, sehari sebelum kegiatan kita sudah melakukan gladi. Kemudian kita menampilkan semua ekskul sekolah dengan waktu yang telah ditentukan oleh juri,” ungkapnya.
Sementara peserta atraksi dan gelar senja dari SMAN 4, Meilisa mengungkapkan bahwa saat pelaksanaan memang susah membagiin waktunya, karena sangat terbatas. “Untung latihannya sudah cukup, tapi tetap saja susah membagi waktunya,”  ucap Meilisa yang mengisi acara atraksi dan gelar senja sebagai Model.
Sama halnya dengan yang diungkapkan Pepen siswa SMAN 4 yang mengisi acara dengan menampilkan tarian daerah. “Memang membagi waktunya cukup susah dan tergesa-gesa, karena kami yang menari waktu itu berjumlah tujuh orang setelah itu gantian sama teman-teman yang lainnya,” ujar pepen.
Untuk jumlah peserta masing-masing kagiatan diantaranya, Tarian Daerah tujuh orang, Dance 11 orang, Pramuka 28 orang, cheer leaders 13 orang, model tiga orang, PMR 14 orang, Drum Band 25 orang. (ala)