PALANGKA
RAYA - Meskipun keluar sebagai juara grup II Divisi Utama LPIS dengan raihan 33
poin, bahkan sudah memastikan satu tiket untuk lolos ke kasta tertinggi, yakni
Indonesia Premier League (IPL), ternyata ambisi Persepar Kalteng tidak terhenti
sampai disitu saja. Tim yang diarsiteki Agus Setyono ini memiliki target untuk
menjuarai Divisi Utama PSSI musim 2011/2012.
Melihat
target Laskar Isen Mulang Julukan Persepar, tidak mustahil ambisi ini akan
terwujud, mengingat perjuangan Widianto dkk bisa menjuarai grup II terbilang
tidak mudah. Karena di grup ini bisa dikatakan grup neraka, karena dihuni
klub-klub ternama yang sudah memiliki pengelaman berkompetisi di kasta
tertinggi Indonesia, seperti Persik Kediri dan PSIS Semarang, PSS Sleman serta
Persis Solo.
Walaupun
menghadapi tim-tim unggulan itu, ternyata Persepar mampu tampil konsisten
sampai laga terakhir penyisihan grup hingga kokoh di puncak klasemen dengan
torehan 33 poin. Dari 18 laga, Persepar meraih sepuluh kemenangan, tiga seri
dan hanya mengalami lima kekalahan serta mencetak 27 gol dan kemasukan 23 gol.
"Kita
punya target untuk empat besar ini dan bagaimana kita bisa naik di posisi
teratas. Anak-anak (maksudnya pemain Persepar) punya keyakinan dan punya tekad
untuk memperebutkan posisi satu atau minimal posisi dua," kata Agus
Setyono saat dibincangi Kalteng Pos usai laga pamungkas melawan PSS Sleman yang
dimenangkan Persepar 2-0 di Stadion Tuah Pahoe, Sabtu (2/6) sore.
Jadi setelah
keluar sebagai juara grup II, Persepar tinggal menunggu jadwal untuk menjalani
pertandingan babak empat besar dalam perebutan gelar juara Divisi Utama musim
2011/2012, yang kemungkinan bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno
(SUGBK) Jakarta. (ala)
PALANGKA
RAYA – Peluang Persepar Kalteng Putra untuk berlaga di kompetisi kasta
tertinggi, indonesia premier league (IPL) musim depan kian terbuka lebar, pasalnya
kemenangan 1-0 (1-0) dari Persipasi Bekasi di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya,
sore (13/5) kemarin, membuat Widianto dkk makin kokoh dipuncak klasemen sementara
grup II dengan torehan 27 poin dari 15 laga.
Selain
kokoh di puncak klasemen, Laskar Isen
Mulang----julukan Persepar hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk mengunci
satu tiket lolos kebabak berikutnya di grup II. Dan kepastian tersebut diraih,
jika di laga kandang melawan PSIR Rembang nanti Persepar menuai kemenangan.
Agus
Setyono mengakui, sangat bersyukur atas kemenangan yang diraih oleh Persepar, karena
target meraih poin penuh dikandang telah
dibuktikan. “Melawan tim urutan ke 2 jelas dia (Persipasi Bekasi, red) juga menginginkan
poin. Tapi kita yang penting sudah menang dan menambah tiga angka lagi. Dan sisa
lagi di kandang akan kita maksimalkan, ” kata Agus Setyono kepada Kalteng Pos
usai pertandingan, kemarin.
Ditambahkannya,
permaian anak-anak sudah maksimal, namun tinggal motivasi lagi dilaga berikutnya. Meskipun bertahan di posisi
pertama, Agus mengatakan, tidak takabur karena perjuangan belum selesai.
“Kita
tidak takabur dulu, karena masih ada hari esok. Nah, yang menjadi lawan adalah PSIR
Rembang, jadi kita akan memanfaatkan semaksimal mungkin di laga kandang kali
ini,” ujar pelatih asal Blitar Jawa Timur ini.
Sementara
Pelatih Persipasi Bekasi H Warta Kusuma menyatakan, teknik permainan dari Persipasi sudah bagus, namun faktor
persiapan tim yang kurang dan kondisi cuaca sangan mempengaruhi permainan.
“Ya
kita sudah bermain bagus, namun faktor persiapan yang kurang. Karena kemarin (12/5)
saja kita datang dan belum sempat melakukan
latihan, sebab para pemain sedang kecapean.
Jadi saya sarankan untuk istirahat saja dulu,”kata Warta Kusuma kemarin.
“Selain
faktor tersebut, masalah gaji anak-anak yang belum cair selama lima bulan, terlihat sangat mempengaruhi juga. Tapi
beruntung anak-anak mau bermain untuk Persipasi, ” ungkapnya semabari mengatakan, sangat
optimis bisa finish diurutan kedua.
Jalannya Pertandingan
Bermain
dikandang sendiri, Widianto dkk tampil menekan sejak babak pertama dimulai,
bahkan tugkang gedor Persepar beberapa kali mengancam gawang Persipasi yang
dikawal oleh Bayu Cahyo.
Namun,
memasuki enam menit babak pertama Persepar mampu mencetak gol lewat stikernya Muhammad
Faizal berkat asists yang diberikan oleh
Rudi Onu dari sudut kanan, sehingga dan membawa
Persepar unggul 1-0. Sebenarnya Faizal mempunyai peluang untuk menambah
pundi-pundi golnya, salah satunya ketika unpan trobosoan dari tengah lapangan
yang diberikan oleh Widianto, tapi saat berhadapan satu lawan satu dengan
penjaga gawang, Faizal tidak mampu mencetak gol. Dan tendangannya melambung keatas.
Sedangkan
Persipasi yang menjadi lawan, memberikan banyak ancaman ke gawang Persepar yang
dikawal oleh Hidayat Berutu, salah satunya ketika heading dari Wallace Rodrigues, namun masih bisa ditepis oleh Hidayat Berutu, sehingga sampai
waktu jeda Persepar tetap unggul 1-0.
Dibabak
kedua Persepar sempat tertekan, bahkan Persipasi beberapa kali memberikan
ancaman ke gawang Persepar dan menguasai jalannya pertandinga, namun tidak ada gol
yang mampu bersarang, hingga babak usai Persepar tetap unggul 1-0 sekaligus
menjaga rekor kandang tak pernah terkalahkan sejak putaran pertama. (ala)
PALANGKA
RAYA – Walupun Kota Palangka Raya memiliki keunggulan membuat Kerajinan anyaman
dan ukiran, ternyata belum mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Hal
tersebut setelah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota
memasarkan produk kerajinan tersebut ke Denpasar Bali.
Kepala
Disperindagkop Djuan menyatakan bahwa, baru selesai memasarkan produk anyaman
dan ukiran asal Kota Palangka Raya ke Denpasar Bali beberapa waktu lalu, namun akhirnya
produk asal Bumi Tambun Bungai tersebut belum mampu menyaingi produk dari luar
Kalteng dan Indonesia.
“Waktu
itu kita sudah membawa anyaman, ukir-ukiran selama disana kita pertemukan para
pedagang di Bali maupun para pengrajin. Kita minta ada koreksi dari pihak
pedagang yang ada disana, ternyata memang barang-barang kita kalau dari unsur
seninya ya cukup bagus. Tapi ada koreksi yang perlu kita perbaiki, dan yang
pertama adalah desainnya,” kada Djuan kepada Kalteng Pos belum lama ini.
Setelah
hasil belum memuaskan dari Bali, diakui Djuan menjadi bahan evaluasi kedepannya
untuk pengrajin yang ada di Kota Palangka Raya. Dan juga dari Disperindagkop
sendiri.
“Ternyata
setelah kita dipertemukan dengan pedagang pengrajin disana dan dari luar daerah,
memang yang diutamakan adalah selera pasar, jadi bukan desain pengrajin kita.
Jadi intinya pengrajin kita belajar untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar.
Nah, dari sini kedepannya kita akan melakukan pembinaan lagi, supaya dapat
menyesuaikan dengan apaya yang kita dapatkan di Denpasar Bali beberapa waktu
lalu itu,” ujar Djuan.
Selain
desain belum mampu bersaing dengan desain produk dari daerah lain, harga barang
- barang produk Kota Palangka Raya juga menjadi alasannya. “Menurut mereka,
barang-barang kita itu terlampau tinggi harganya, desainnya belum menenuhi harapan
mereka. Oleh sebab itu ini tetap kita lakukan, komunikasi dan pembinaan terhadap
pengrajin kita. Kemudian bagaimana kita memadukan selera pasar sana dengan
motif-motif yang kita miliki, ” ungkapnya.
Ditambahkan
Djuan, kedepannya juga akan melakukan evaluasi bagaimana harga produktif dan berapa
biaya pruduksi yang dikeluarkan.
“Karena
dalam penetapan harga ini terlampau tinggi, sehingga konsumen lebih memilih produk
jenis yang lain dari daerah lain. Kita perlu hitung juga biaya produksi dan
keuntungnya. Kemudian kita cermatai supaya harga jual kta punya daya saing. Dan
waktu itu produk-produk dari Kalsel, Cirebon dan Jawa lebih banyak peminatnya,
karena kelihatannya desain mereka telah memenuhi selera pasar,” ujarnya. (ala)
PALANGKA
RAYA – Terminal antar kota antar provinsi (AKAP) WA Gara yang merupakan terminal
terbesar se-Kalteng, dan sudah diresmikan pada (14/12) lalu, oleh Gubernur
Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang. Meskipun sempat sepi selama beberapa
bulan, akhirnya sejak Februari 2012 lalu hingga saat ini, wajib lapor Taksi Travel
dan Bus dari luar terus mengalami peningkatan.
Salah
satu petugas piket dari Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Palangka Raya Hendra
menyatakan, setelah diresmikan dan dioperasional Terminal WA Gara memang masih
sepi, meskipun demikian wajib lapor sudah mulai mengalami peningkatan setiap
harinya.
“Sejak
dua bulan ini sudah mulai aktif lapor, namun tidak semuanya. Kadang-kadang setiap
pagi untuk Bus dari Banjarmasin ada tiga yang melaporkan kesini, setelah itu
sorenya lagi juga ada. Dan kalau setiap hari untuk Bus bisa lebih dari Sembilan,
dari enam perusahaan travel Bus,”kata Hendra saat dibincangi Kalteng Pos Minggu
(8/4) kemarin di Terminal WA Gara Jalan Mahir Mahar Palangka Raya.
Sementara
untuk angkutan umum jenis Bus yang aktif laporan ke Terminal WA Gara adalah dari
PT Yessoe Travel, Agung Mulya, Damri, Kaswa, Logos dan Doa Mama. Sedangkan untuk
travel umum adalah dari Travel Borneo Ekpres yang sudah aktif.
“Intinya
dari semua travel tersebut yang wajib lapor kesini, dari hari ke harinya terus mengalami
peningkatan. Dan kita memperkirakan kalau sudah terbiasa kemungkinan kedepannya
terus meningkat yang wajib lapor kesini,” ujarnya.
Ditambahkannya,
wajib lapor yang dilakukan oleh travel adalah melaporkannya jumlah penumpang yang diberangkatkan, kemudian untuk retribusi.
“Inikan sudah ada Peraturan Daerah (Perda) nya jadi setiap bis maupun travel wajib
memberikan retribusi. Untuk Bus Rp 2000 dan Travel Rp 1500 dan ini, ”ungkap
Hendra sembari mengatakan bahwa, ada beberapa travel yang belum aktif lapor, jika
sedang berangkat.
Sedangkan
disaat libur, Hendra mengakui pelayanan untuk wajib lapor keberangkatan dan pembayaran
retribusi tetap saja, karena setiap hari travel umum maupun Bus selalu ada.
“Ya
kita memang setiap hari tidak ada libur, dan bergantian piket untuk melayani
Travel dan Bus yang ada, karena sesuai
dengan Perda nya. Setiap kendaraan angkutan umum yang bertujuan keluar maupun
yang masuk harus melaporkan ke terminal WA Gara dulu,” katanya. (ala)
PALANGKA
RAYA – Meningkatnya produksi ikan patin di Wilayah
Kota Palangka Raya, membuat Wali Kota HM
Riban Satia bersama dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanak) kota,
langsung melakukan peninjaaun di tempat budidaya ikan patin CV Mina Katune
Jalan Tingang Palangka Raya pada Kamis (5/4) lalu.
Dalam
kesempatan tersebut, Wali Kota melihat secara langsung pembudidayaan ikan patin
yang ada di kolam-kolam pembenihan. Riban mengakui, peninjaaun ditempat
budidaya ikan patin tersebut merupakan kali pertama dilakukannya dalam rangka
kedinasan.
“Tujuan
saya kesini adalah melihat secara langsung pembudidayaan ikan patin, harapan
saya keterampilan seperti ini dapat ditularkan kepada masyarakat-masyarakat
yang ada. Yang punya talenta untuk melakukan pembudidayaan ikan, ” kata Riban
Satia kepada sejumlah wartawan usai melakukan peninjauan.
Menurut
Riban, pekerjaan budidaya ikan yang dilakukan seperti di CV Mina Katune ini, untuk
melakukan semuanya harus memiliki keseriusan dan bersabar untuk menunggu hasilnya.
“Selain
keseriusan dan waktu yang lama, memiliki keterampilan serta mampu menjaga
tenaga-tenaga ahli yang sudah bagus dimilikinya. Walaupun orang-orang yang ada
tidak tahu secara teori, tetapi masalah
teknis lapanganya menguasai, maka kita tingkatkan lagi. Tenga kita secara ilmunya
juga meningkat, dan tugas dari talenta-talenta yang ada dimiliki oleh
masyarakat ini kita kembangkan, ” ujar Riban Satia. (ala)